Kategori UtamaBukuAgama FilsafatKhong Hu Chu
228 Produk
Preorder
Buku cung kok min li bahasa Indonesia karya suhu wen yi A 006 BB
Buku cung kok min li bahasa Indonesia karya suhu wen yi A 006 BBRp 35.000
Medan
(1)
Buku Tongshu Tong Shu Minlie 2019 Ramalan Shio Babi
Buku Tongshu Tong Shu Minlie 2019 Ramalan Shio BabiRp 70.000
Bandung
(1)
FENGSHUI - KENALI ELEMEN DIRIMU BUKAN SHIO - XIANG YI - BONUS CD
FENGSHUI - KENALI ELEMEN DIRIMU BUKAN SHIO - XIANG YI - BONUS CDRp 35.000
Yogyakarta
(1)
TAO TEH CHING
TAO TEH CHINGRp 180.000
Jakarta
Sun zis art of war
Sun zis art of warRp 25.000
Kab. Cirebon

Daftar Harga Khong Hu Chu Terbaru Maret 2019

Buku Agama Konghucu Untuk Bangku Sekolah

Agama Konghucu merupakan sebuah aliran kepercayaan yang pada mulanya berasal dari aliran filsafat Konfusianisme. Di Indonesia, Agama Kong Hu Cu termasuk dalam daftar 6 agama resmi yang diakui oleh peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, mata pelajaran Agama Kong Hu Cu wajib ada di setiap sekolah di Indonesia, mulai dari bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama. Dalam proses belajar mengajar, siswa diwajibkan untuk memiliki Buku Agama Konghucu untuk bangku sekolah. Buku ini tidak hanya mengajarkan tentang ajaran agama Kong Hu Cu secara spesifik, namun juga mengajarkan pendidikan budi pekerti bagi siswa. Dalam buku ini diajarkan untuk saling bertoleransi dan tolong menolong antar umat beragama, sehingga tidak hanya memperdalam pengetahuan siswa tentang ajaran agama Kong Hu Cu, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian siswa yang tenggang rasa, menghormati keberagaman, dan sikap cinta akan Tanah Air.

Buku Ajaran Kong Hu Cu, Membentuk Pribadi yang Lembut dan Berbudi

Agama Kong Hu Cu sangat berbeda dengan ajaran agama resmi lainnya yang diakui di Indonesia. Agama Abrahamik seperti Islam, Kristen, dan Katolik memiliki satu akar yang sama, Hindu dan Buddha juga demikian, sama-sama berasal akar yang sama dan dari negara yang sama yaitu India. Sedangkan agama Kong Hu Cu, berasal dari daratan Tiongkok, yang pada awalnya merupakan aliran filsafat Konfusianisme, yang diajarkan oleh Confucius, seorang guru, politisi, editor, dan filsuf di negara Tiongkok pada masa 500 tahun sebelum masehi. Meskipun sangat berbeda dari perspektif historis, agama Kong Hu Cu identik dengan agama-agama resmi lainnya yang diakui di Indonesia, yaitu sama-sama mengajarkan kebaikan terhadap sesama manusia dan pedoman menjadi manusia yang berbudi. Dalam buku ajaran Kong Hu Cu, terdapat berbagai pelajaran kehidupan yang dituliskan oleh Confucius semasa hidupnya. Perkataannya sederhana dan sering menggunakan gaya sastra metafora-analogi yang masih relevan dengan kehidupan saat ini.

Kumpulan Buku Kong Hu Cu Untuk Pelajaran Kehidupan Semua Kalangan

Ajaran agama Kong Hu Cu tidak tertutup hanya bagi penganut agama Kong Hu Cu saja, semua kalangan dapat mempelajari filsafat kehidupan yang diajarkan Confucius melalui kumpulan buku Kong Hu Cu. Conficius menuliskan banyak perkataan bijak dan pelajaran hidup yang bisa dijadikan pedoman berperilaku dan bermasyarakat yang lebih baik. Bahkan, di negara Barat yang menjunjung liberalisme, ajaran Confucius banyak dipelajari tanpa perlu menganut agama Kong Hu Cu. “Life is simple, we insist on making it complicated,” salah satu kutipan dari Confucius yang paling populer. Selain itu, ajaran yang disampaikan oleh Confucius melalui kumpulan buku agama Kong Hu Cu antara lain tentang percintaan, keuangan, perjuangan, dan falsafah kehidupan. Anda akan mendapatkan banyak pandangan baru tentang kehidupan, yang bisa dijadikan pedoman untuk membentuk pribadi yang lebih matang. Temukan buku ajaran Kong Hu Cu di Tokopedia.

Menelisik Buku Sejarah Kong Hu Cu di Indonesia

Nama Kong Hu Cu diserap dari bahasa mandarin “Kong Fu Tze atau sebutan Confucius di Tiongkok. Tidak hanya di Indonesia dan Tiongkok, ajaran Confucius juga banyak dianut oleh masyarakat Taiwan, Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan. Dalam bahasa Tionghoa, Kong Hu Cu disebut dengan istilah Rujiao yang berarti aliran kepercayaan yang membentuk kepribadian manusia menjadi lembut, rendah hati, terpelajar, dan berbudi luhur. Confucius mengaku bahwa ia bukanlah pencipta aliran kepercayaan ini, ia hanya menyempurnakan ajaran yang sudah ada jauh sebelum kelahirannya pada tahun 551 sebelum masehi. Dirinya menyatakan bahwa ia menyukai ajaran-ajaran kuno tersebut. Pada tahun 1966 sampai tahun 1998, agama Kong Hu Cu sempat dilarang karena pemerintah melarang segala aktivitas yang berkaitan dengan kebudayaan dan ritual Tionghoa. Setelah tahun 1998, agama Kong Hu Cu mendapatkan pengakuan dari Pemerintah sebagai agama resmi di Indonesia. Mari pelajari lebih dalam melalui buku sejarah Kong Hu Cu.