Kategori UtamaElektronikPerangkat Elektronik LainnyaBaterai
103.351 Produk
Baterai.kancing
Baterai.kancingRp 100.000
Kota Malang
Battery SONY VTC6 / SONY VTC 6 18650 3000 mAH (Authentic)
Battery SONY VTC6 / SONY VTC 6 18650 3000 mAH (Authentic)Rp 79.000
Jakarta
(663)

Berkenalan dengan Baterai Lithium, Sang Baterai Serba Guna

Baterai lithium atau biasa baterai ion litium (disingkat baterai Li-ion) merupakan salah satu jenis baterai yang dapat diisi ulang, memanfaatkan senyawa litium interkalasi sebagai elektrodanya. Berbeda dengan baterai lithium metalik yang pada baterai sekali pakai. Jika kamu memiliki peralatan elektronik seperti kamera digital atau telepon genggam, sumber listrik yang digunakan berasal dari baterai jenis ini. Baterai litium merupakan yang paling populer karena memiliki efisiensi energi yang baik, tidak memiliki efek memori, dan tidak kehilangan banyak daya saat tidak digunakan untuk waktu lama. Bahkan, teknologi kendaraan bertenaga listrik memanfaatkan baterai litium sebagai tempat penyimpanan daya. Kelebihan lain dari baterai litium adalah ukurannya yang kecil dapat menampung daya listrik yang besar, menyesuaikan dengan ukuran peralatan elektronik. Baterai lithium juga dapat diisi ulang ratusan kali sebelum mengalami penurunan kualitas penyimpanan daya.

Berbagai Jenis Baterai Rechargeable Untuk Beragam Kebutuhan

Ada berbagai jenis baterai rechargeble atau baterai sekunder. Salah satunya adalah baterai Nickel Oxide Hydroxide dan Metallic Cadmium (Ni-Cd) yang memiliki kemampuan beroperasi dalam jangkauan suhu yang luas dan siklus isi ulang yang panjang. Baterai jenis ini akan melakukan pengurangan daya sekitar 1 persen perhari ketika tidak digunakan. Baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) memiliki daya tahan dan siklus isi ulang yang serupa dengan baterai Ni-Cd, namun kelebihan lainnya adalah mempunyai kapasitas 30 persen lebih tinggi. Baterai Ni-MH banyak digunakan sebagai sumber daya radio komunikasi dan kamera. Bentuk baterai Ni-MH berbentuk seperti baterai primer atau baterai sekali pakai yang dapat ditemukan dengan mudah di pasaran. Yang paling populer adalah baterai Li-ion, dimana baterai ini termasuk yang paling ramah lingkungan serta berukuran paling kecil dengan kapasitas daya yang lebih besar.

Baterai AAA, Si Kecil yang Sangat Berguna dan Dapat Diandalkan

Kamu pasti sudah mengenal dan familiar dengan baterai yang satu ini. Baterai AAA merupakan salah satu jenis baterai primer atau baterai sekali pakai, yang tergolong sebagai baterai alkalin yang mampu menyimpan daya lebih besar dibanding baterai sekali pakai lainnya. Baterai ini memiliki ukuran panjang 44,5 milimeter dengan tegangan 1,5 volt dan kuat arus dari 900 sampai 1.155 ampere. Kapasitas penyimpanan daya listriknya mencapai 1000 mAh dengan tegangan 1,2 volt. Baterai AAA memiliki sebutan lain seperti LR03, 24A, R03, MN2400, AM4, UM4, HP16, dan baterai mikro. Perangkat elektronik yang memanfaatkan baterai jenis ini antara lain pemutar musik (MP3 player), remote televisi, kamera analog maupun kamera digital masa awal. Perlu diperhatikan, sekalipun baterai AAA adalah baterai sekali pakai, jangan membuang sembarangan jenis baterai apapun karena senyawa kimia yang dikandung oleh baterai tidak selalu ramah lingkungan dan dapat berakibat fatal bagi alam.

Apa Jenis Baterai Paling Awet yang Ada Saat Ini?

Manusia zaman sekarang sangat bergantung pada perangkat elektronik yang membutuhkan sumber daya listrik sebagai tenaga penggeraknya. Dengan ditemukannya baterai, perangkat elektronik dapat dibuat dengan ukuran yang lebih kecil yang memungkinkan mobilitas penggunaannya. Namun kapasitas baterai yang ada saat ini acapkali dirasa kurang oleh para penggunanya. Oleh karena itu, inovasi seperti charger portable atau powerbank tersedia dan dijual, bahkan ada produk baterai double power.Penjelasan paling logis tentang baterai paling awet saat ini adalah baterai Li-ion memiliki ukuran yang kecil dengan kapasitas penyimpanan daya yang paling besar dan efisien dari segi pengisian serta penggunaan daya. Baterai Li-ion juga dapat diisi ulang hingga ratusan kali. Untuk kapasitas dayanya, bahkan baterai Li-ion ada yang memiliki kapasitas penyimpanan daya hingga 10000 mAh. Semakin tinggi daya penyimpanan, maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang daya.