Alat Kontrasepsi
Kategori UtamaKesehatanKesehatan WanitaAlat Kontrasepsi Kb
24.036 Produk
Kondom Durex Close Fit - Isi 3
Kondom Durex Close Fit - Isi 3Rp 11.374
Jakarta
(717)
Tissue / Tisu Super Power Magic Man 1 kotak isi 6
Tissue / Tisu Super Power Magic Man 1 kotak isi 6Rp 8.950
Jakarta
(1)
Durex Play Longer
Durex Play LongerRp 155.000
Jakarta
(1655)

Berkenalan Dengan Alat Kontrasepsi Wanita Pencegah Kehamilan

Saat ini jumlah populasi manusia semakin padat dan biaya hidup semakin tinggi. Oleh karena itu, banyak dari pasangan suami istri yang memutuskan untuk menunda memiliki buah hati. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan seksual di antara pasangan suami istri sangat tinggi pula. Untuk berhubungan tanpa takut mengalami kehamilan, ada alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi adalah seperangkat cara dan peralatan yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Perangkat ini tersedia untuk pria maupun wanita. Alat kontrasepsi pria lebih umum ditemukan seperti kondom dan bisa sekali digunakan, sedangkan alat kontrasepsi wanita bisa berupa pil KB yang memiliki tingkat keberhasilan 99 persen apabila dikonsumsi secara teratur. Selain itu, ada pula yang ditanamkan dalam rahim berbentuk spiral yang mencegah sel telur untuk berbuah. Ada pula kondom untuk wanita sekali pakai, akan tetapi untuk mengaplikasikannya sedikit sulit dan berisiko masuk ke dalam bagian sensitif wanita.

Alat Kontrasepsi Yang Aman Digunakan Selama Menyusui

Setelah melahirkan, tidak semua wanita siap untuk mengandung lagi. Oleh karena itu, dibutuhkan alat kontrasepsi guna mencegah kehamilan. Akan tetapi, konsumsi obat dan alat kontrapsesi saat menyusui sangat perlu diperhatikan demi menjaga kualitas Air Susu Ibu (ASI).
Alat kontrasepsi yang aman digunakan selama masa menyusui adalah pil KB yang tidak mengandung hormon esterogen. Hormon esterogen terdapat dalam pil KB kombinasi yang dapat berakibat pada penurunan jumlah ASI yang diproduksi. Lebih baik mengonsumpi pil KB mini yang tidak mengandung esterogen dan hanya mengandung hormon progesteron di saat menyusui. Para ahli dan dokter kandungan menyarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi senggama terputus ketika seorang wanita dalam fase menyusui. Senggama terputus tidak membutuhkan konsumsi obati-obatan atau zat kimia lainnya, dan tidak memerlukan pemasangan alat kontrasepsi pada bagian genital.

Jenis-Jenis Alat Kontrasepsi Temporer dan Permanen

Jenis-jenis alat kontrasepsi dapat dibagi ke dalam dua kategori berdasarkan jangka waktu dan efektivitas penggunaanya. Yang pertama adalah alat kontrasepsi temporer, cenderung digunakan untuk mencegah dan memberikan jarak untuk kehamilan serta kemampuan dari alat ini akan hilang setelah tidak digunakan. Alat kontrasepsi temporer antara lain adalah kondom untuk pria dan wanita yang hanya sekali pakai kemudian dibuang. Akan tetapi kondom cenderung menimbulkan ketidaknyamanan pada bagian alat kelamin. Pil KB adalah jenis alat kontrasepsi temporer yang harus rutin dikonsumsi setiap hari untuk efektivitas tinggi. Sedangkan, Implan merupakan alat kontrasepsi berbentuk batang kecil yang dipasang di lengan bagian atas dan berfungsi untuk mencegah kehamilan dengan perlahan melepaskan hormon progestin. Alat kontrasepsi permanen melibatkan prosedur medis dan bersifat tidak bisa dikembalikan. Sebagai contoh vasektomi, proses menutup saluran vas deferens pada pria.

Keampuhan dari Alat Kontrasepsi Terbaru, Kondom Lumer Untuk Wanita

Kondom pada awalnya diciptakan untuk pria, dikenakan pada bagian genital dan ketika selesai berhubungan bisa langsung dibuang. Saat ini, terdapat sebuah produk alat kontrasepsi berupa kondom yang dibuat untuk wanita. Kondom larut dikembangkan untuk mencegah dan memblokir penyakit menular seksual serta mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Kondom ini memiliki kemampuan untuk larut di dalam tubuh sehingga mampu memblokir sperma pria. Selain itu, obat ini juga dapat mengeluarkan imun anti HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Efektivitas kondom larut tidak perlu diragukan, dan yang terpenting, tidak menghasilkan sampah apapun setelah penggunaannya. Alat kontrasepsi terbaru ini dapat digunakan dengan cara langsung dimasukkan sebagai pelapis vagina dan akan larut dalam beberapa menit, akan tetapi efektivitasnya dapat berlangsung selama beberapa hari sehingga bisa mengurangi resiko kehamilan dan penyakit seksual menular.